Untuk Sebuah Cerita chapter 1

Markus Hendra Sony Rihito Ronald nama tersebut begitu panjang dan untuk mempersingkat sering dipanggil Ito..

Awal aku kenal dengan Ito 2 tahun lalu sejak aku duduk di tingkat terakhir bangku sekolahku. Aku mengenalnya lewat situs jejaring sosial. Awalnya Ito mengirimiku message dan memberiku no hapenya. Jujur aku males meladeni orang semacam itu yang awal kenal langsung meminta no hape. Aku tidak menggubris messagenya. Suatu ketika aku yang merasa bosan bermain situs jejaring sosial tersebut karena tidak ada sesuatu yang menarik. Aku iseng membuka kembali message Ito. “hai,boleh kenalan aku Ito. Hubungi aku iia ke no 081xxxxxxxx”. Aku membaca no hapenya dan tanpa kusadari aku misscall hapenya. Tak lama dia kembali menghubungiku. Dari situ kami berkenalan.

Kami jadi sering contact dan saling mengenal. Ito bercerita tentang kehidupannya dan aku menceritakan tentang kehidupanku. Kehidupan kami sangat berbeda. Jarak kami terpisah lautan yang luas. Aku tertarik dengan kehidupannya yang lebih mengenal alam bebas berbeda denganku di perkotaan. Dari dulu aku penasaran dan tertarik untuk mencicipi diving dan hiking. Kedua hal tersebut sudah menjadi makanan baginya. Tapi ternyata ada bidang lain yang lebih dia minati yaitu dunia teknologi. Walaupun pendidikannya bukan di bidang teknologi tapi dia mau belajar memperdalam dunia tersebut secara otodidak. Aku salut dengan dia. Aku saja yang bisa dibilang belajar tentang teknologi kalah jauh dengan dia. Aku belajar banyak dari dia tentang teknologi.

“Ito, kok kamu kerja di bidang IT c kan aku liat di profil kamu lulusan underwater tourism?”

“owhh,, iia aku dari dulu tertarik dunia IT.”

“berarti gag nyambung dong? “

“hehehe..iia juga c.. Aku dulu pas di asrama suka nyuri2 otak-atik komputer sekolah.”

“bukan menyelam di dunia air tapi malah menyelam di dunia internet”

Makin lama kami makin sering berhubungan lewat tlp atopun internet. Aku makin tertarik dengannya karena dia bukan hanya kepintaran dan pengalamannya tetapi  juga dia mengajari dam membimbingku agar aku bisa berpikir dewasa di usia peralihanku. Usia kami beda 4 tahun. Aku menganggap dia sebagai kakak karena memang aku anak sulung yang ingin merasakan punya kakak cowo.

Suatu ketika dia menyatakan perasaannya kepadaku. Jujur aku bingung buat menjawabnya karena aku ragu belum pernah sekalipun bertemu dengannya. Kami hanya mengenal sebatas dunia maya tapi dalam kenyataannya kami belum pernah ketemu. Walaupun demikian tidak menyurutkan kami untuk tetap komunikasi. Aku makin tau banyak hal. Aku suka sharing berbagi pengalaman karena bagiku pengalaman seseorang bisa menjadi guru buatku.

“Atha, sebenarnya aku suka sama kamu.”

“hah?”

“iya,beneran suka”

“Ito, aku anggap kamu sebagai kakak cwo ku karena dari dulu aku kepengin ngrasain punya kakak cowo”

“tapi aku gag bisa anggap kamu adik”

“kamu tau kita kenal baru lewat dunia maya dan belum pernah ketemu.”

Hubungan kami makin akrab dan dia mencoba kembali mengatakan perasaannya. Aku pun tidak bisa membohongi perasaanku kalau perasaanku sama dengannya. Aku jadi mengingkari kata-kataku sendiri. Status kami pun berubah menjadi LDR. Awalnya hubungan kami masih berjalan lancar namun setelah Ito pindah kerja ke tempat lain yang makin jauh hubungan kami mulai goyah. Dulu dia sering menghubungiku tapi lama-lama mulai jarang. Aku selalu menunggu kabar dari Ito. Setiap di hapeku muncul namanya entah sms atau miscall aku merasa senang dan bersemangat.

“Atha, aku mau tanya tapi kamu harus jawab jujur.”

“iia tanya apa?”

“kamu tau no hapeku gag?”

“hhmm tunggu 081xxxxxxxx”

“pasti liat dulu iia?”

“hhmm iia..hehehe.. Mang kamu tau no hapeku?”

“tau.. No hape kamu 085xxxxxxxxx?”

“heh iia..”

“aku gag lihat loh.. Jujur setiap aku hub kamu, aku gag pernah buka contact hape aku selalu mengetik no kamu”

Lama Ito gag kasih kabar dan aku mencoba menghubunginya tapi nihil. Aku mulai resah kemana dia kenapa gag bisa dihubungi. Aku mulai memasuki ujian. Sejenak aku mengalihkan pikiranku ke Ito untuk fokus di ujian.

Udah hampir 2 bulan dia tidak mengirimiku kabar. Aku mulai sibuk dengan urusan sekolahku. Di tengah-tengah sibuknya aku dengan tugas mempersiapkan Ujian Nasional, Ito tiba-tiba sms aku. Aku senang dia sms dan akupun segera mambalasnya walaupun aku sedang mengerjakan tugas yang super banyak tapi kusempatkan balas. Tumben banget Ito sms banyak denganku. Setau aku dia paling males sms dan lebih suka telp. Tapi gpp yang penting Ito hubungi aku dan aku jadi lebih bersemangat.

Dia mengenalkanku pada saudaranya yg seumuran denganku dan ternyata kami cocok dan kamipun bersahabat. Ito kembali tidak memberiku kabar. Ujian Nasionalpun semakin dekat. Aku fokus di masa depanku. Suatu kali ada sms yang tak ku ketahui nonya. Sms itu memberi semangat padaku. Dari bahasanya aku tau pasti itu Ito tapi aku gag ladenin. Aku fokus di ujian ku.

Aku jadi sering hubungi Cilla saudaranya Ito yang jadi sahabatku.  Dia suka curhat ke aku tentang kehidupannya. Aku senang bisa kenalan dengannya dan manjadi sahabat. Karena kami sama-sama mau ujian jadi kami lebih sering memberi semangat daripada ngomongin Ito.

Ujian Nasinal yang kutakutipun tiba. Saat ujian sengaja aku tidak bawa hape dan ditinggal dirumah. Saat kupulang ternyata ada sms dari no yg tidak kukenal. Sms itu seperti kunci jawaban tapi sepertinya bukan jawaban yang tadi ku isi. No hape itu sepertinya sama seperti no yang pernah sms aku. Pasti itu Ito.

Ito lama tak ada kabar dan tiba-tiba dia hubungi ku lagi.

“Save no ini. Ito”

“Pantes aja dihubungi gag nyambung ganti no toh?”

“iia kan aku pernah bilang. Aku pindah tempat dan susah akses sinyal  lagi pula ini juga aku baru pake hape lagi?”

“mang hape kamu kemana?”

“dijual”

“ini no tetap kamu”

“iia save Aurellia Atha ku sayang”

Hubungan kami kembali normal. Ito jadi sering hubungi aku.

Sekolahku mengadakan perpisahan ke Bali. Walaupun ramai dan senang bisa berkumpul dengan teman-temanku, aku merasa sepi karena bayangan Ito selalu aja datang. Aku berharap kita bisa ketemu di Bali tapi itu gag mungkin. Kami tetap komunikasi.

Pada suatu hari pas perjalanan pulang dari liburanku, aku iseng sms Ito tapi balasan bahasa sms itu beda bukan gaya bahasa Ito. Aku menelponnya dan yang angkat suara cwe.

“haloo, ada Ito?”

“ada. Ini dari siapa?”

“temannya.”

“temannya sapa?”

“ini sapa? Ada Ito?”

“Ito lagi mandi. Ini istrinya”

Ya Tuhan, aku gag salah dengar kan? Pasti itu boong. Masa sih Ito sudah beristri?

Aku mencoba kembali menghubungi Ito tapi gag ada respon. No nya tidak aktif. Aku tanya Cilla tentang kebenaran itu. Tapi Cilla juga gag tau kalau Ito nikah padahal dia saudaranya. Cilla juga penasaran tentang itu dan menghubungi ortunya Ito. Ortunya Ito juga susah dihubungi.

Aku pun hanya bisa menunggu kebenaran kabar itu. Cilla kasih kabar kalau dia berhasil hubungi ortunya Ito dan ortunya Ito bilang itu boong. Tapi aku yakin suara cwe itu jelas banget kok.

Aku dilanda pertanyaan besar. Benarkah kabar itu? Tapi kenapa kalo gag benar Ito tidak bisa dihubungi seperti lari dariku. Aku menunggu kabar dari Ito.

Aku mengharapkan bisa merayakan ulang tahun bersama dengan seorang pacar tapi sepertinya Cuma mimpi saja. Bukti nyatanya di ultahku aku gag ada kabar dari Ito. Banyak teman-temanku yang memberi ucapan tapi yang kuharapkan ucapan dari Ito. Memang ada sms ucapan ultah dari no yg gag ku kenal gaya bahasanya seperti Ito tapi setelah ku konfirmasi tak ada balasan.

Aku kembali menunggu kehadiran Ito. Aku sudah menyiapkan segudang pertanyaan kalau-kalau Ito tiba-tiba ada.

2 bulan sudah dari aku menelpon dan yang mengangkat cwe yang mengaku sebagai istrinya tapi tak ada sedikit kabarpun tentang Ito. Cilla juga jadi penasaran dan menunggu maksud dari Ito melakukan ini . Aku sudah putus asa dan rasanya mau mengakhiri aja hubungan ini.

Seminggu sebelum ultah Ito akhirnya Ito muncul kabarnya. Ito menghubungiku dan langsung aku suguhi macam2 pertanyaan tapi jengkelnya Ito gag kasih penjelasan sedikitpun. Dia bilang jangan bahas itu. Ya ampun, enak banget dia ngomong emang gag tau apa aku hampir stress gara-gara menunggu. Pas ultahnya aku sengaja gag mau kasih ucapan selamat biarin aja biar tau rasa.

“Atha sayang lagi apa?”

“lagi OL aja ne..”

“owh.. Acara kamu hari ini ngapain aja”

“gag kemana-mana. Lagi bantu nyokap aja dirumah.”

Langsung aku off. Malamnya Ito sms.

“Udah mau jam 12 ne.. Kamu lupa iia?”

“Lupa apa?”

“hari  ini hari apa?”

“jumat”

“owwhh ywdh.. Met bobo iia.” aku Cuma ketawa

“aku gag bakal lupa hari ini hari jumat tgl 17 Juli ultah kamu. Happy birthday iia sayang.”

“udah lewat”

“dih, ngambek.. Maff deh lagian kamu bikin bete main kabur aja. Mang kamu selama ini kemana aja? Mang bener kamu udah married? Kenapa boong c? Jahat banget.”

“udahlah jangan bahas itu. Pake perasaan dan logika kamu itu boong atau gag.Buat aku senang dong dihari specialku”.

“yaa kali ini aja.”

“oke gitu dong sayang. Aku punya edelweis. Kirim alamat kamu biar aku paketinn,”

“gag mau ah pake paket. Aku mau kamu yang langsung kasih ke aku.”

Iihh bete banget sumpah nyebelin. Kenapa c Ito kya gitu? Tapi emang hati kecilku bilang itu boong tapi kenapa Ito membiarkan aku menungggu?

Setelah itu aku selalu menanyakan hal itu dan dia bilang itu temannya yang iseng.

“maksudnya  apaan c kamu. Becanda kya gitu gag lucu tau. Terus kenapa kamu pake hilang?”

“kamu seharusnya pake perasaan dan logika dong. Mana mungkin c aku udah merried.”

“terus kenapa kamu tega buatku menunggu?”

Aku selalu menanyakan itu dan mencari tau apa maksudnya nglakuin itu. Tapi nihil Ito kembali menghilang dengan masih tersimpan tanda tanya buatku.

Aku udah gag tahan kya gini terus. Aku mau mengakhiri hubungan ini. Aku menunggu kabar Ito lagi. Aku liat di FB Ito mulai menampakan kehidupan. Langsung aku mengiriminya pesan yang intinya aku capek harus menunggu dan merasa dipermainkan dan aku merasa ada orang lain yang lebih pantas mendapatkannya.

2 Responses to “Untuk Sebuah Cerita chapter 1”

  1. makanya jangan pernah mau pacaran sama orang yang kita kenal dari media jejaring sosial……..soalnya ga bakalan awet………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.