Untuk Sebuah Cerita chapter 2
Aku harus segera bisa melupakan Ito yang pernah jadi penyemangat. Aku mulai kehilangan arah gag tau harus berbuat apa. Aku tidak membenci Ito karena Ito pernah bilang jangan kamu membenci mantan kamu karena dia pernah hadir dan mengisi hidup kamu hargai dia jangan membencinya.
Yaa aku tidak membenci dan dendam sama Ito.
Aku mulai kesepian semenjak menjauh dari Ito. Biasanya Ito jadi tempat keluh kesahku dan dia tau apa yang harus dia lakukan untuk menghibur aku dan membuatku merasa nyaman. Tapi sekarang Ito bukan milikku lagi. Aku mencari pengganti Ito.
Bingung aku harus gimana.Aku menghubungi Yus dan Ray. Aku mau minta pendapatnya sebagai cwo tentang masalahku ini. Yus dan Ray adalah teman sekolahku. Aku kadang cerita hanya sekedar meminta pendapat bagaimana menilai sesuatu menurut pandangan cwo.
Gag kusangka ternyata Yus punya perasaan beda ke aku. Malam itu dia menembakku. Aku gag bisa langsung menjawab karena keesokannya aku harus bangun pagi mau ikut misa di lembah karmel.
Selama mengikuti misa d lembah karmel aku terus memikirkan tentang semua yang sudah terjadi padaku. Aku bingung harus kujawab apa. Aku hanya bisa berserah pada Tuhan apapun kata yang keluar dari mulutku itu semoga yang terbaik. Yus menanyakan kembali jawabanku dan akhirnya aku mengiyakannya karena dulu aku pernah punya perasaan yg sekedar lewat aja ke Yus.
Aku mulai berpacaran dengan Yus dan hubungan kami seperti LDR karena walaupun jarak rumah kami tidak jauh tapi sulit tuk ketemu. Aku baru bisa ketemu Yus setelah 1 bulan pacaran.
Suatu hari Ito menghubungiku dan menjelaskan semuanya. Tapi aku bilang sudah terlambat semuanya. Aku gag mau menyakiti Yus yang sekarang dekat denganku. Aku harus bisa melupakan Ito menjalani kehidupan kami masing-masing.
Hubungan aku dan Yus berjalan terasa datar tanpa ketemuan. Setiap mau ketemuan selalu aja ada alasan dan tertunda karena kesibukan. Sebulan hingga 2 bulan gag ketemu aku merasa masih bisa sabar. Akhirnya daripada aku sepi dirumah akupun mengikuti UKM di kampus mengisi waktuku dan juga sedikit menghibur rasa sepi dan kesal karena Yus. Dan udah hampir 3 bulan gag ketemu aku mulai bosan. Setiap janji ketemuan pasti gag jadi ada aja alasan yang buat batal ketemu.
Jauh-jauh hari aku bilang ke Yus kalau aku ikut retret dari kampus. Tapi pas retret ternyata Yus libur dan mengajakku ketemuan. Aku menolak karena aku udah bilang dari sebulan lalu kalau aku ada retret. Kenapa pas aku ada acara dia malah longgar dan saat sering aku banyak waktu dia gag pernah ada buatku?
Aku bete kalau begini karena ternyata hubunganku dengan Yus sama aj LDR seperti aku dan Ito. Ketauan aku dan Ito beda pulau sedangkan jarak rumahku dan Yus tidak jauh paling lama juga 1 jam naik kendaraan. Aku mencoba bertahan dengan penuh kesabaran walaupun aku merasa sepi dan hubungan kami kya status doang.
Saat jam kuliah entah kenapa bayang Ito terus muncul. Aku terus memikirkannya. Andai saja Ito disini dan masih dengannya, aku yakin gag bakal kesepian gini. Mata kuliah kali ini bener-bener mengingatkanku sama Ito yang jago di bidang ini. Ah, mikir apa sih Atha ngarep aja deh.
Hubunganke dengan Yus makin parah. Aku bosan seperti ini tapi aku bingung harus berbuat apa. Mungkin yang buatku bertahan adalah perasaanku. Ya perasaanku sudah dalam ke Yus.
Hubungan aku dan Yus menggantung dan akhirnya berakhir.
“atha, kyanya hubungan kita harus berakhir.”
“kenapa?”
“aku gag bisa pertahanin ini.”
“iia apa alasannya”
“aku merasa kamu kya nak kecil yg msh sekolah yang masih mau banyak main. Kamu tau sekarang aku udah kerja aku takut bakal mempersulit kita karena keinginan kita yang gag sama. Kamu mau kita ketemu setiap minggu. Tapi jujur aku mau akhir pekan aku bisa istirahat karena pekerjaanku itu pake tenaga.Kamu sekarang kuliah belom bisa ngrasain, kamu masih bisa bermain-main. Toh aku mau kita putus baik-baik jadi masih ada kemungkinan buat balik lagi”
“loh. Aku gag minta tiap minggu tapi minta pengertian kamu aja. Emang aku belom kerja belom ngrasain gimana susahnya cari uang tapi tolong pikirin lagi kata-kata kamu. Emang kamu merasa sudah dewasa?”
Aku bete banget Yus bilang gitu. Sombong banget dia yang baru juga blom ada 3 bulan kerja udah merasa dewasa bilang aku nak kecil. Kyanya dulu Ito yang jauh lebih tua gag pernah komentar kya gitu. Aku tahu aku masih masa peralihan menuju dewasa seharusnya dia bisa membimbingku dong bukannya menghakimiku. Aku kangen Ito yang selalu memberiku nasihat dan membuka jalan pikiranku tuk berpikir lebih dewasa.
Tak lama setelah itu aku liat ternyata Yus telah jadian dengan cwe lain. Aku tidak menjadi masalah mau jadian ato gag tapi yang bikin sakit hati adalah dia jadian dengan cwe yang umurnya jauh di bawahku dan pasti masih sekolah. Mungkin walaupun masih sekolah tapi jalan pikirannya dewasa dan ternyata salah. Ya jalan pikirannya sama dengan umur dan masanya.
Aku pun single dan mulai mencari pacar lagi tapi aku gag semudah itu menaruh perasaan sama orang. Aku kangen Ito. Aku mencari orang yang seperti Ito tapi susah banget orang-orang yang ku temui gag ada yang seperti Ito.
Suatu hari Yus menghubungiku dan mengajak balikan. Aku tanya hubungannya dengan cwe2 lain tapi dia bilang udah gag ad hubungan apa-apa lagi.Aku jujur belum bisa percaya lagi sama dia karena aku masih sakit hati yang ternyata omongannya gag sesuai dengan kenyataannya. Tapi memang aku gag bisa boong aku masih ada perasaan ke Yus. Aku belom bisa bilang status pacaran ke Yus aku anggap ne HTSan.
Sehari setelah ulang tahunku aku baru ketemu lagi dengan Yus. Kami ke gereja bareng dan disitu aku gag tau apa hubungan kami. Setelah itu Yus ditugaskan ke pedalaman. Kami hubungan jarak jauh dan disitu menanyakan hubungan kami dan dia bilang pacaran.
Aku sibuk dengan urusan kuliahku dan sebentar lagi ujian akhir semester. Aku fokus di ujianku. Saat itu aku tau Yus udah pulang ke rumah. Aku menunggu kabar dari dia tapi dia gag pernah hubungiku. Selalu aku duluan yang hubungi dia. Saat ujian juga aku sengaja gag mau hubugi dia biar dia dluan hubungi aku. Tapi ternyata dia gag pernah hubungi aku sampai aku liat di FB tentang commentnya kepergok selingkuh. Aku panas dan hubungi dia tapi ditanggap biasa aja kya gag punya salah. Aku bete kya gini.
Saatku ujian semester Yus gag pernah sedikitpun kasih semangat hanya Cuma sms tapi gag disangka tiba-tiba Ito online dan kami pun chatting menanyakan kabar dan sharing tentang ujianku. Aku kecewa kenapa saat aku butuh Yus tidak ada tapi Ito yang datang. Aku jadi sering contact dengan Ito. Kami sharing kehidupan kami masing-masing. Ito bilang dia udah punya pacar dan aku sangat menyetujui dan mendukung mereka. Aku memang saat ini butuh seorang seperti Ito yang bisa jadi penyemangatku. Aku sedih kenapa Yus yang kupilih tidak memberi semangatku dan lebih memilih cuek.