Untuk Sebuah Cerita chapter 3

Aku dan Ito jadi sering contact sharing macem-macem dan tetap Ito masih seperti dulu yang ku kenal. Ito yang super pede dan jalan pikirannya yang dewasa dan logis membuatku seakan menyesal tentang keputusan yang telah kubuat. Aku kangen sama Ito.

“atha, coba dulu kamu gag putusin aku. Mungkin kita sekarang masih bersama.”

“udahlah jangan buatku menyesal. Sekarang kan kamu udah ada penggantiku yang sangat sayang sama kamu. Aku mau kamu tetap contact dan jadi kakak aku.”

“tapi aku gag bisa anggap kamu jadi adik.”

“kalau gitu anggap aku teman atau sahabat. Gara-gara kamu aku jadi sahabatan dengan Cilla.”

“aku gag pernah merasa. Kan emang karena kamu berdua sejenis aja jadi cocok soal sahabatan ato gag itu kan pilihan kamu.”

“iia c.. Aku mau suatu saat kita bertiga berkumpul dan jalan-jalan bareng. Aku,kamu, dan Cilla.”

“iia udah kita main aja ke tempat Cilla. iia tapi kalo bertiga aku ntar dicuekin dong.”

“iia ampun jauh banget. Lagian budgetku belum cukup.”

“makanya nabung dong. Aku juga lagi nabung buat akhir tahun mau main ke tempat Cilla”

“iia udah. Tapi gag tau kapan bisa kumpulnya buat jalan-jalan main ke tempat kamu dan Cilla. Nunggu aku kerja aja iia n berharap dapet bos yang loyal dan suka travelling.”

“iia tapi kapan? Gimana kalau kita janjian ketemuan d Bali. Sebelum salah satu dari kita merried, kita ketemuan dulu. Taun depan ke Bali gmn?”

“waduh, klo ke Bali setuju kalo waktunya aku blom bisa pastiin soalnya aku gag tau uangku cukup kapan.”

“dengarkan lagu Thito-Mungkinkah Terjadi”

Aku pengin banget bisa ketemu Ito. Melihat dengan nyata gimana sosok asli Ito yang selama ini buatku terpesona. Kami sering contact dan cerita masalah kami masing-masing. Ito bilang kalau pacarnya ini overprotected dan dia gag suka kya gitu.

“Aku selalu kasih kebebasan setiap pacaran tp tetep protected bukan overprotected kya Fanya. Dulu ke kamu juga gitu kan aku? Aku gag pernah ngekang kamu. Tapi kenapa Fanya selalu ngekang aku.”

“iia juga c.”

“Fanya cemburu banget loh sama kamu.”

“tuh kan jadi aku gag enak. Kenalin dong aku ke Fanya. Aku gag mau Fanya pikiran negatif ke aku. Aku Cuma mau bisa jadi teman sharing.”

“kamu gag tau c Fanya gimana sifatnya. Pokoknya aku gag mau kamu diapa2in sama Fanya.”

Aku menuruti kata Ito dan benar aja takutnya kalau aku nekad kenal sama Fanya dia malah menyerangku padahal niatku baik mengajak berteman. Aku gag ada niat menhancuri hubungan Ito dan Fanya. Aku setuju dan mendukung bangetĀ  Ito dan Fanya.

Hubunganku dengan Yus semakin suram. Ada cwe yang mengaku pacarnya Yus dan memakiku. Aku meminta konfirmasi dari Yus tapi bener2 gag ada tanggepan. Sampai Yus minta ketemuan dan aku menyetujuinya walaupun aku harus berkorban dari kampusku ke daerah di sekitar rumahnya. Aku meminta penjelasannya tapiĀ  nihil. Memang Yus minta kita ketemu berdua tapi aku sengaja ngajak Lia cwe yang mengaku pacarnya Yus. Yus marah karena aku diam-diam mengajak Lia. Tapi kalaupun dia gentle seharusnya bisa menjelaskan semua kebenaran tapi sepertinya dia lari dan sembunyi tidak berani menjelaskan secara langsung bertiga. Aku kecewa banget.

Aku sharing ke Ito tentang ini.

“hhmmm coba aja kamu gag putusin aku. Seharusnya kamu cari pacar yang lebih dari aku. Aku selalu bilang ke mantanku kalau cari pacar lagi yang lebih daripada aku.”

Ito tolong jangan memojokan aku dan membuatku menyesal tentang semua. Aku tau aku salah mengambil keputusan tapi jangan terus memojokanku . Memang saat itu aku labil dan belum bisa berpikir kedepan. Sekarang toh aku siap menanggung konsekuensi dari keputusan tololku.

Ito memberiku banyak nasihat tentang gimana berpikir lebih dewasa. Ito kamu benar-benar buatku menyesal sama semua ini. Memang pria semacam kamu yang aku butuhkan. Tapi aku harus terima konsekuensinya. Kehidupanmu disana dan aku disini.

Fanya menghubingiku dan curiga denganku. Aku anggap wajar dan aku menjelaskan kalau aku gag ngrusak hubungan kalian bahkan aku sangat mendukung hubungan Ito dan Fanya. Fanya bilang kalau mereka akan merried. Aku baru dengar itu dari Fanya tapi aku belom dapet berita langsung dari mulut Ito.

Aku percaya kalau Ito pasti mempertanggungjawabkan setiap ucapan yang dia katakan. Termasuk kita harus ketemu sebelum salah satu dari kita merried. Mungkinkah terjadi??

4 Responses to “Untuk Sebuah Cerita chapter 3”

  1. paLing baGus, juDuLnya “UNTUK SEBUAH CERITA”

    Ookay

  2. cePet juGa LangsuNg diganti…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.