Untuk Sebuah Cerita chapter 4

Udah lama aku tidak menghubungi Ito. Terakhir dia hubungi aku saat kiriman paket yang kukirim diterimanya dan saat itu aku mempergunakan kesempatan itu mengenai kabar merriednya dan Ito menyangkalnya. Aku sedikit lega mendengarnya. Ito minta dikirimin paket yang berisi macem-macem barang kerajinan dan aku menyanggupinya karena sekalian aku mengisi kesibukan diwaktu liburan kuliahku yang masih sebulan. Aku senang Ito menghubungiku dan bilang suka dengan barang-barang yang ku kirim. Tapi setelah itu kami loss contact. Aku takut mengubunginya duluan karena Fanya sangat overprotected. Dan akhirnya aku kembali menjalani rutinitasku sebagai mahasiswi yang berkutat dengan materi kuliah dan sibuk terjun jadi panitia kegiatan2 kampus. Aku sengaja menyibukan diriku supaya melawan rasa sepiku agar pikiranku tidak tertuju pada Ito. Aku mencoba membuka hatiku menerima oranglain.

Suatu pagi saat aku terburu-buru masuk kelas hapeku berbunyi menandakan ada pesan masuk dan setelah ku lihat ternyata dari Cilla.

“Atha,udah dapet kabar dari Ito? Ito kemarin sms katanya dia mau merried tgl 4 des.”

“Hah? Yang benar?”

Aku kaget dan berharap itu bohong. Pas waktu itu aku tanya tentang itu dia menyangkal tapi kalau itu benar kenapa Ito harus berbohong? Jadi timbul tanda tanya besar diotakku. Malamnya aku memberanikan diri menelpon Ito dan saat ku telp tepat suara Ito yang menjawab telpku.

“Ito, tadi Cilla sms katanya kamu sms Cilla bilang mau merried tgl 4 des? Itu benar?”

“hahahahaha… Aku Cuma lagi ngerjain adiknya Cilla. Masa secepat itu aku merried. Aku kan belum ketemu kamu? Lagipula kalau aku merried kamu udah jadi salah satu list orang yang kuundang.”

Bener kan Ito pasti mempertanggungjawabkan setiap ucapannya.

Suatu sore sebelum aku pulang Yus kirim sms ke aku. Dia menanyakan perasaanku. Aku jadi bingung kenapa dia masih menanyakan lagi perasaanku? Dia sendiri yang bilang kalau udah putus dan aku juga tidak mempunyai perasaan apa2 lagi ke dia hanya sebatas teman ga lebih.

“Perasaan kamu ke aku sekarang gmn?”

“kamu duluan emang perasaan maku gmn?”

“Kan aku tanya duluan. Belum dijawab masa udah kasih pertanyaan lagi?”

“perasaanku ke kamu hanya sebatas teman.”

“owh gitu. Aku juga. Kamu udah ada yang baru iia?”

“belum. Masih mencari lagian gag ada yang buang c. Aku boleh tanya gag?”

“apa?”

“ini kan udah lewat. Aku sebenarnya masih blom ngerti emang sebenarnya yang terjadi kya gmn c? Aku dengar versi dari Lia & yang lain tapi aku blom dengar versi dari kamu. Kamu bisa jelasin ke aku gag? Aku gag akan marah kok. Cuma pengin tau aja.”

“aku gag tau”

“loh masa gag tau c? Ini kan kamu yang alami dan ini kejadiannya udah lampau. Masa aneh gag tau.

“aku gag tau”

Dasar gag pernah berubah tetap aja. Jawabannya yang hanya “gag tau” makin menunjukan bagaimana dia sebenarnya. Seperti anak kecil yang lari cari tempat persembunyian. “gag tau” itu bukan key word seorang gentleman.

Aku kembali dengan rutinitas dan semakin sibuk karena kegiatan yang akan aku dan teman-temanku selenggarakan makin dekat. Tidak ada waktu memikirkan hal-hal lain fokus ke kegiatan. Aku tidak pernah menghubungi Ito dan juga Yus.

Kegiatan yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Kegiatan pertama terbilang sukses walaupun setelah kegiatan itu aku sempat sakit karena terlalu lelah tapi aku sedikit lega dan aku juga harus mempersiapkan acara berikutnya. Tiba-tiba aku kangen dengan Ito tapi itu hanya sesaat karena aku harus fokus acara.

2 hari sebelum acara Ito sms aku memberitahu kalau besok dia mau ke Jakarta. Aku kaget banget. Dalam rangka apa dia ke Jakarta? Apa berniat bertemu aku untuk memberikan undangan pernikahannya? Aku belum siap menerimanya karena sebenarnya aku belum rela melepaskannya. Aku merasa ini masih belum adil karena dia telah menemukan Fanya yang dia bilang mirip aku sedangkan aku belum menemukan pengganti Ito. Aku mendukung Ito dengan Fanya tapi aku masih belum rela hubungan mereka diikatkan sebelum aku menemukan pengganti Ito karena aku masih tahap pencarian.


Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.